Cafe Kucing~

Pertama kali saya mendengar istilah cat cafe, atau kafe kucing dari teman saya, satu tahun setelah saya tinggal di Jepang. Sebelumnya, saya sama sekali tidak ada gambaran ada kafe kucing semacam itu.

Konsep kafe kucing adalah kafe yang di dalamnya berkeliaran kucing-kucing peliharaan dengan berbagai ras. Saya kurang tahu, konsep kafe itu orijinalnya bagaimana, tapi di kafe kucing (karena namanya kafe) menyediakan hidangan makanan dan minuman. Tidak hanya makanan untuk pengunjung, makanan kucing juga diperjual belikan di kafe kucing ini.

image

Kafe kucing di Area Stasiun Shimo-Kitazawa, "Cat Cafe Caterism"

Selama hidup saya di Indonesia, saya dan keluarga saya selalu memelihara kucing. Tidak pernah tidak. Halaman rumah saya selalu menjadi tempat membuang kucing (mungkin pemiliknya tahu kalau kucing mereka dibuang di sekitar rumah saya, pasti dipelihara). Alhasil, saya begitu menyukai kucing. Tapi sesuka saya terhadap kucing, saya lebih suka anjing sebenarnya hehe (nggak penting).

Harga masuk kafe kucing biasanya ¥1000 perjam, di yang saya kunjungi kedua kalinya ¥1000 itu sudah termasuk minuman..

Sebagai penggemas kucing-kucingan, satu jam di kafe kucing ini bisa sangat membosankan. Berbeda dengan kucing2 Indonesia, kucing2 kampung yang lincah, kalau di dekatnya ada manusia, otomatis ngeong-ngeong dan “ngusel-usel”, kucing-kucing di kafe kucing biasanya tidak suka dielus-elus. Pengunjung juga tidak diperbolehkan menggendong kucing, mengelus2 kucing ketika makan/minum, memegang kucing dengan temperamen buruk (padahal kucing begini ini yang bikin greget menurut saya, dipegang dikit lalu ngamuk, itu yang buat lucu :p).

image

image

Jadi, pengunjung hanya diperbolehkan foto-foto (tanpa flash), lalu mengamati mereka tidur, atau mengejar2 kucing yang malas dipegang hanya demi satu dua belaian.. Ugh~ Kalau ingin dikerubuti si kucing2, kita harus membeli makanan kucing hehe.. seharga ¥500 per box kecil.

Kalau tidak benar-benar rindu ngelus-elus kucing, saya tidak akan dua kali balik ke kafe kucing ini. Bosan. Tapi
mungkin bagi penggemas kucing yang lain, mengunjungi kafe kucing bisa menjadi salah satu hiburan penghilang setres..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s